Sunday, February 7, 2016

Bandar Bola - Aril Piterpen

Bandar Bola - Aril Piterpen - SIR William Shakespeare menyimpulkan bahwa nama bisa tak berarti apa-apa. Nama adalah nama, yang disematkan pada seorang anak manusia (juga pada binatang, tanaman, benda-benda mati, dan sebagainya) sekadar sebagai penanda, atau menjadi pembeda satu dengan yang lainnya, supaya tidak membingungkan dan merepotkan.
 link maxbet

Link Alternatif MaxbetBanyak juga yang meyakini nama sebagai doa, sebagai harapan. Yang ini biasanya terjadi pada manusia. Para orang tua memberikan nama-nama yang agung, yang besar, penuh makna, yang terdengar indah, mewah, megah, dan berwibawa, pada anak-anak mereka. Meski tidak sedikit yang memilih nama sederhana saja. Nama yang mudah diucapkan sekaligus gampang diingat. Misalnya, Karno, Harto, Jusuf, Wahid, Wati, Bambang, atau Joko.

Di antara para orang tua ini, ternyata, ada juga yang punya selera humor bagus. Mereka memberikan nama-nama yang unik, mungkin nyaris lucu, hingga mesti titik tolaknya berbeda, mudah diucap dan gampang diingat pula.
Sampai di sini muncul banyak telaah. Kenapa sampai ada orang tua yang memberikan nama-nama ajaib kepada anak mereka. Dari sekian ragam telaah, bisa ditarik tiga garis besar. Satu, terlalu berpendidikan. Dua, kurang atau tidak berpendidikan. Tiga, kelewat iseng.

Saya tidak tahu, masuk pada kelompok manakah seorang ibu di Banyuwangi, Jawa Timur. Saya tak tahu apa yang ada dalam pikirannya saat memberikan nama Aril Piterpan untuk anaknya. Dan entah seperti apa pula reaksi bapaknya. Apakah ia sempat protes namun kemudian menerima?
Sekali lagi saya tidak tahu. Pastinya, nama Aril Piterpen diberikan pada bocah yang sekarang sudah duduk di bangku kelas lima SD ini lantaran sang ibu merupakan penggemar berat Nazriel Ilham alias Ariel, vokalis band yang dulunya pernah bernama Peterpan.

Nama band ini diambil dari nama tokoh novel yang ditulis JM Barrie, perihal bocah terbang yang tinggal Neverland, pulau fantasi yang kerap diganggu bajak laut bernama Kapten Hook.
Peterpan dieja Piterpen. Dan Ariel, diintonasikan sebagai Aril. Dan ibu rumah tangga dari Banyuwangi tadi memilih pengucapan 'Aril Piterpan' untuk nama anak laki-lakinya.

Link Alternatif Sbobet 


Kasus seperti ini sesungguhnya bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Saya punya kawan bernama Suharkarno. Ini nama gabungan dua presiden Indonesia. Barangkali dulu orangtuanya berharap dia juga dapat berkantor di Jalan Merdeka Utara. Atau setidak-tidaknya pejabat negara.

Harapan ini tidak kesampaian. Dia sekarang menjadi pedagang, mewarisi bakat yang barangkali sudah digariskan bagi puaknya. Ia punya beberapa toko pakaian.

Teman saya yang lain bernama Roma Irama. Meski tanpa 'h', nama ini terang menunjukkan minat orang tuanya yang memang begitu mengidolakan raja dangdut tersebut.

Apakah Roma Irama ini jadi pedangdut? Tidak, dia menyeberang ke Malaysia dan bekerja di pabrik sekrup. Jangankan melantunkan dangdut, bahkan memainkan gitar pun dia tidak bisa.
Di SD Negeri 1 Kedungringin tempat Aril Piterpen bersekolah, sebelumnya ada murid bernama Iwan Fales (bukan Fals). Saya tidak tahu bagaimana nasib Iwan Fales ini.

Pastinya Aril Piterpen ingin namanya diganti. Bukan lantaran Ariel sekarang adalah vokalis Noah, tapi karena ia malu pada kawan-kawannya. Selain itu, bilangnya, tidak berbakat menyanyi dan sama sekali tak berkeinginan menjadi penyanyi. Dia bercita-cita menjadi pemain sepakbola. Nah!

Posted By : Link Alternatif Terbaru 

No comments:

Post a Comment